Jangan lewatkan

11 January 2016

Punya Tanah Nganggur, Kredit Bangun Rumah Saja

Kerja sudah mapan. Pemasukan rutin mengalir. Tapi kalau masih ada peluang menambah penghasilan, kenapa gak diambil?



Misalnya punya tanah yang kosong melompong. Ketimbang dianggurin malah ditumbuhi semak belukar, mending diolah jadi duit dengan dibangun rumah.

Seperti diketahui, rumah adalah salah satu bentuk investasi. Jadi, bisa dibilang orang yang punya rumah berstatus investor.

Tanah juga bisa dijadikan investasi. Tapi tentu nilainya lebih kecil ketimbang rumah.

Karena itu, membangun rumah bisa menjadi pilihan tepat untuk mendulang pemasukan. Namun, yang menjadi masalah biasanya adalah biaya.

Memang, ya, biaya membangun rumah gak murah. Namun tenang, ada solusinya: kredit bangun rumah.

Kredit bangun rumah ini sejenis dengan kredit pemilikan rumah (KPR). Bedanya, kredit bangun rumah dipakai untuk membangun rumah. Sedangkan KPR untuk membeli rumah.

Syarat Kredit Bangun Rumah Bank punya syarat berbeda-beda dalam menyediakan kredit bangun rumah. Satu syarat yang sudah pasti sama adalah tanah yang akan dibangun rumah adalah milik sendiri.

Masak, mau bangun rumah di tanah tetangga? Kepemilikan tanah ini harus dibuktikan dengan dokumen legal berupa sertifikat tanah.

Syarat lainnya antara lain salinan:

1. Kartu tanda penduduk dan kartu keluarga
2. Nomor pokok wajib pajak (NPWP) jika pinjaman lebih dari Rp 100 juta
3. Mutasi rekening buku tabungan 3 bulan terakhir
4. Surat nikah kalau sudah menikah

Yang juga mutlak diperlukan adalah izin mendirikan bangunan (IMB). Kalau membangun rumah tanpa IMB, bisa kena masalah kelak.

[Baca juga : Urus IMB Renovasi Rumah Wajib Hukumnya Kalau Gak Mau Repot Nantinya]

Daftar rencana anggaran biaya pembangunan yang rinci juga harus ada. Termasuk denah bangunannya.

Khusus buat karyawan, slip gaji 3 bulan terakhir juga harus terlampir. Sedangkan buat pengusaha disyaratkan laporan keuangan usaha.

Cara Mengurus Kredit Bangun Rumah

Kalau sudah berpengalaman mengurus KPR, pengurusan kredit bangun rumah gak jauh beda, kok. Ribet atau gaknya bergantung pada masing-masing bank dan kita sendiri. Kalau syarat gak lengkap, mesti bolak-balik buat melengkapi.

  1. Setelah semua syarat terpenuhi, jadikan satu untuk dibawa ke bank.
  2. Jangan lupa mengisi formulir permohonan kredit bangun rumah. Syarat lengkap kalau gak ada formulir ya bank bakal bingung, mau ngapain kita ngasih berkas-berkas sebegitu banyak.
  3. Setelah permohonan masuk, bank akan mengirim petugas untuk mengecek ke lokasi.
  4. Bank akan mewawancarai kita sekaligus melakukan penilaian apakah permohonan diterima atau ditolak. Biasanya bank akan mengabulkan 70 persen dari dana yang diajukan.
  5. Sekitar 1-2 minggu kemudian bank akan mengabarkan hasil penilaian. Kalau permohonan diterima, kita akan diminta datang ke notaris yang ditunjuk untuk menandatangani perjanjian kredit.
  6. Setelah penandatanganan dana kredit akan ditransfer ke rekening kita secara bertahap.
  7. Bank akan mengawasi pembangunan sampai selesai.

Tenor kredit bangun rumah yang disediakan bank mencapai 10 tahun. Tapi bukan berarti kita mesti menggenapi jangka waktu pelunasan cicilan itu. Kalau bisa lebih cepat, kenapa tidak.

Untuk menentukan berapa lama tenor yang pas, kita hitung dulu kemampuan keuangan. Seperti diketahui, semakin lama tenor semakin lama pula beban yang harus kita tanggung per bulan sampai cicilan lunas.

Jika memungkinkan, ambil tenor sesingkat mungkin. Yang pasti, gak perlu takut rugi bandar jika terjun ke investasi properti.

Selama lokasi properti itu aman dari bencana dan strategis, pasti harganya akan naik. Duit pinjaman dari bank bahkan bisa kalah jauh lho, dibanding keuntungan yang kita dapatkan dari investasi ini.

Baca ini : Sedang cari rumah di depok ? disini aja

Tanggal dan Hari ini

Delicious Save this on Delicious
Find out the Warren Buffett's stock holdings This site is listed under Marketing and Advertising Directory