Jangan lewatkan

1 October 2016

Cara ubah status tanah girik ke sertifikat



RumahDijual - Kasus sengketa tanah seringkali terdengar. Penyebabnya tak jarang karena status kepemilikan yang tidak jelas. Agar kepemilikan sebuah properti lebih kuat di mata hukum, Surat Hak Milik (SHM) adalah wajib hukumnya.

Sertifikat kepemilikan yang dikenal di Indonesia ada tiga yakni Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sertifikat Hak Pakai (SHP), dan yang paling kuat adalah Sertifikat Hak Milik (SHM). Di luar itu, ada sertifkat ‘informal’ yang juga menjadi bukti hak atas tanah, yakni ‘girik’ atau ‘petok’.


Girik atau Petok tidak tercatat di kantor pertanahan. Ini adalah sebuah tanda kepemilikan berdasarkan hukum adat, sehingga rawan disengketakan.


Namun begitu, girik sah untuk dijadikan dasar untuk memohon hak atas tanah karena pada dasarnya hukum pertanahan di Indonesia bersumber pada hukum adat. Hal ini tercantum dalam Pasal 5 UU Pokok Agraria Tahun 1960.


Bagi pemilik properti yang masih berstatus girik atau petok, akan lebih baik jika mengurusnya menjadi SHM, demi menghindari resiko di kemudian hari.

“Untuk mengajukan SHM dari tanah girik secara umum syarat dan biaya relatif sama. Bedanya saat masuk tahap kasuistik di lapangan,” ujar Staf Badan Pertanahan Nasional (BPN), Shabir Rasend.


“Persyaratan akan bergantung pada ringan-beratnya kasus, sementara biaya di BPN sama. Masing-masing daerah punya kasuistik pertanahan yang berbeda-beda,” ia menjelaskan.


Prosedur permohonan pendaftaran tanah
Untuk mengubah tanah girik menjadi Hak Milik, ada sejumlah prosedur yang harus dilalui. Di antaranya:





Info lengkap: http://rumahdijual.com/site-news-feedback/1760244-prosedur-tepat-ubah-girik-jadi-shm.html#post10971968


Tanggal dan Hari ini

Delicious Save this on Delicious
Find out the Warren Buffett's stock holdings This site is listed under Marketing and Advertising Directory