Jangan lewatkan

1 October 2016

Jabodetabek Harus Siaga Banjir

JAKARTA – Cuaca ekstrem diperkirakan terus terjadi hingga Februari 2017.


Hujan lebat disertai angin kencang akan melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Menurut Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo, saat ini wilayah Jawa bagian barat sebelah utara atau sekitar Jabodetabek sudah masuk musim penghujan 2016-2017.

Hingga Februari 2017 curah hujan akan terus meningkat.

Karena itu, dia berharap Jabodetabek sudah siaga, khususnya DKI Jakarta yangmemiliki kontur geografis datar dan rendah. Puncak musim hujan di Jakarta jatuh pada awal Februari 2017. Jakarta akan mendapatkan kiriman air dari wilayah Jawa bagian barat sebelah selatan yang sudah memasuki puncak musim hujan pada akhir Desember 2016. ”Fenomena cuaca saat ini tentu harus diwaspadai. Ini waktu yang pendek.

Meski belum puncak musim hujan, DKI harus waspada karena ada kiriman dari selatan,” ucap Prabowo di Jakarta kemarin. Sejak Agustus lalu Jabodetabek telah dilanda fenomena cuaca La-Nina. Intensitas curah hujan terjadi meski musim kemarau. Menurutnya, fenomena ini memengaruhi awal musim penghujan yang sudah masuk wilayah Jabodetabek.

Dia mengatakan, fenomena La-Nina semakin lama semakin berkurang, namun pengurangannya terjadi bersamaan ketika curah hujan di musim penghujan meningkat. Artinya, hujan intensitas lebat akan terus terjadi baik saat awal hingga akhir musim hujan. ”Dalam waktu dekat ada kecenderungan hujan lebat tidak merata di Jabodetabek.

Cuaca panas tiba-tiba hujan itu, ya selain karena La-Nina, matahari saat ini berada di atas Indonesia. Kalau normal, radiasi sinar matahari cukup kuat, tapi kena panas suhu udara menjadi renggang, cenderung ringan, dan bergerak ke atas lebih cepat. Akibatnya, ya hujan bertambah,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Denny Wahyu mengklaim Pemprov DKI siap menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang terjadi hingga Februari 2017. Wilayah yang akan terkena dampak cuaca ekstrem di Jakarta Selatan.

Selain banyak pembangunan fisik yang memengaruhi aliran air, proyek normalisasi kali di Cipinang, Pesanggrahan, dan Krukut juga belum selesai. Berbeda dengan wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat bagian utara, serta Jakarta Timur bagian utara yang saat ini pengerjaan normalisasi kali sudah selesai sejak 2015.

”Pada 2015 titik banjir di Jakarta ada 889 kasus sejak Januari & Agustus, namun tahun ini di periode yang sama turun menjadi 700 kasus. Ini karena pengerjaan normalisasi sudah selesai sebagian,” ucapnya.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, pihaknya sudah siap menghadapi cuaca ekstrem dengan memperbaiki seluruh pompa, pengerukan kali, pengerukan waduk, normalisasi kali/waduk, serta memperlebar tali-tali air. Dia berharap tahun ini pembebasan lahan normalisasi waduk atau kali selesai sehingga pada 2017 Dinas Tata Air dapat memanfaatkan lahan yang dibebaskan tersebut.

bima setiyadi
Sumber : http://www.koran-sindo.com/news.php?r=0&n=8 

Iklan PPC pertama di indonesia yang hasilnya maksimal dari Blog, terima SMS dan Email di Bayar Rupiah. Daftar sekarang GRATIS 100% PASTI PROFIT hanya disini http://adsenselife.com/?r=griyarumahdjual

Tanggal dan Hari ini

Delicious Save this on Delicious
Find out the Warren Buffett's stock holdings This site is listed under Marketing and Advertising Directory