Jangan lewatkan

1 October 2016

Momen tepat beli rumah

RumahDijual - Meski harga rumah terus merangkak naik, ada kalanya pasarnya melemah. Di saat inilah waktu yang tepat bagi Anda untuk membeli rumah. Untuk mengetahui momen yang tepat untuk membeli rumah, Anda harus mengenali indikatornya.

1. Perhatikan kebijakan pemerintah dan perbankan. Pasar properti setiap negara berbeda-beda, karena itu Anda tidak bisa menjadikan pasar di negara lain sebagai patokan.

Sebaliknya, berpatokanlah pada kebijakan pemerintah dan perbankan. Ada kalanya Pemerintah sedang gencar mendorong kepemilikan rumah untuk warganya.

2. Fluktuasi suku bunga. Ini terutama untuk Anda yang berniat mengambil rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) jangka panjang. Umumnya, bank pemberi KPR memberlakukan suku bunga fluktuatif.

Untuk itu, perhatikan kondisi ekonomi makro saat akan membeli rumah dan juga fluktuasi bunganya. Belilah rumah pada saat kondisi ekonomi stabil sehingga suku bunganya pun stabil dan bisa diprediksi.

Peristiwa krisis ekonomi beberapa tahun silam bisa menjadi pelajaran. Suku bunga cicilan melonak berkali-kali lipat sehingga debitur tidak sanggup membayarnya.

3. Property Clock. Seperti yang lainnya, pasar properti juga memiliki siklus. Dikutip dari tulisan F. Rach Suherman, siklus properti atau yang disebut property clock dibagi empat.

Pertama adalah BUYER’S MARKET. Ini adalah kondisi di mana pembeli memiliki nilai tawar lebih kuat ketimbang penjual. Pada tahap ini, akan banyak insentif dan bonus yang diberikan kepada pembeli agar bersedia membeli properti yang ditawarkan.

Kedua adalah SOFT MARKET. Ini adalah posisi di mana suplai dan permintaan sama kuatnya. Dengan demikian, kualitas produk menjadi penentu.

Ketiga adalah SELLER’S MARKET. Ini adalah kebalikan dari situs kedua. Suplai produk menipis sehingga harganya melambung. Mereka yang ingin memiliki rumah harus merogoh kocek dalam-dalam.

Terakhir adalah WEAK MARKET. Ini adalah kondisi di mana pembeli tidak sanggup memenuhi harga pasaran sebuah produk. Akibatnya, jumlah permintaan menurun sehingga perlahan terjadi over supply yang mengarah kembali ke siklus awal.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa momen yang tepat adalah membeli rumah pada siklus pertama.

4. Manfaatkan momen personal penjual. Latar belakang seseorang dalam menjual rumahnya berbeda-beda. Ada yang dilatarbelakangi oleh kebutuhan yang mendesak, ada pula yang bersedia menjual untuk mendapat keuntungan.

Beberapa penjual yang memiliki kebutuhan mendesak, seperti butuh uang atau karena akan pindah kerja ke luar kota, biasanya akan lebih lunak dalam negosiasi. Penjual semacam ini biasanya bersedia melepas rumahnya di bawah harga pasar.

Dari keempat indikator tersebut, secara umum kondisi pasar properti saat ini cukup ideal untuk membeli rumah. Pemerintah terus mendorong kebijakan yang memudahkan kepemilikan rumah, di antaranya dengan rencana menurunkan kembali uang muka menjadi 10 persen dari harga rumah.

Kondisi ekonomi, meski belum menguat sepenuhnya, menunjukkan tanda-tanda stabilitas. Sementara menurut pakar properti, siklus properti saat ini sedang berada pada masa transisi BUYERS MARKET dan SOFT MARKET.

Ini dapat dilihat dari banyaknya promo, bonus dan hal lain yang diberikan untuk menarik konsumen.

Info lengkap: http://rumahdijual.com/site-news-feedback/1523394-mengenali-momen-tepat-untuk-beli-rumah.html


Tanggal dan Hari ini

Delicious Save this on Delicious
Find out the Warren Buffett's stock holdings This site is listed under Marketing and Advertising Directory