Jangan lewatkan

1 October 2016

Usulan APERSI menurunkan Uang Muka

RumahDijual - Seolah tak cukup dengan kebijakan pemerintah yang hendak menurunkan uang muka minimal menjadi 15% untuk rumah pertama, usulan pembelian rumah secara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tanpa uang muka mengemuka.

Saat ini, pembelian rumah tapak pertama dengan luas di bawah 70 meter persegi secara kredit harus membayar uang muka sebesar 15%, sementara rumah kedua dan ketiga sebesar 20%.


Penurunan syarat uang muka ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan menengah bawah dalam memiliki rumah sendiri.

Namun, sejumlah pihak menilai kebijakan ini belum terlalu efektif dalam mendorong pemilikan rumah tinggal.


Ketua umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo, mengusulkan penghapusan uang muka.


Menurut Eddy, hal ini akan memberikan dampak yang lebih efektif dalam menggairahkan bisnis properti nasional. Menurutnya, ketentuan uang muka ini cukup memberatkan konsumen.


Senada dengan Eddy, Co-Founder Margonda Realty, Rachmad Udaya, menyarankan kebijakan tanpa uang muka ditujukan pada kalangan khusus.


“Agar tepat sasaran, kebijakan tanpa uang muka ini bisa diarahkan kepada konsumen pembeli rumah pertama dengan harga rumah yang dibeli di bawah Rp500 Juta,” ujarnya.

Rachmad yakin jika usulan ini diterapkan, masyarakat akan kian terdorong membeli rumah dan membuat sektor properti yang tengah lesu bangkit kembali.

Info lengkap: http://rumahdijual.com/site-news-feedback/1584175-usulan-beli-rumah-tanpa-dp-ini-tanggapan-pelaku-properti.html


Tanggal dan Hari ini

Delicious Save this on Delicious
Find out the Warren Buffett's stock holdings This site is listed under Marketing and Advertising Directory